Satu hal yang berubah ketika saya sudah mulai bekerja adalah saya harus bisa mengatur keuangan saya sendiri. Dulu pertama kali hijrah ke Jakarta di tahun 2013 saya mendapatkan gaji 3juta per bulan. Puji Tuhan gak pernah kekurangan, Tuhan selalu cukupkan entah gimana caranya.
Tapi pengelolaan keuangan memang suatu kebutuhan. Salah satu unsur dalam pengelolaan keuangan adalah menabung. Siapa sih yang gak punya cita-cita, pengen ini, pengen itu, pengen ke sini, pengen ke situ. Well, saya sendiri sampai sekarang gak punya kartu kredit. Banyak orang yang bilang,"one day you will need it." Tapi toh orang tua saya gak pernah punya kartu kredit juga baik-baik saja. Ya maaf saya memang memilih jadi ndeso kalau masalah kartu kredit. Jadi sampai sekarang belum kepikiran buat apply CC.
Saya sendiri pernah membaca pola pengaturan keuangan dalam sebuah artikel yang menggunakan pola presentase. Jadi ketika menerima gaji langsung dibagi misal 30% saving, 10% kebutuhan tidak terduga, sisanya untuk kebutuhan harian.
Kalau saya sekarang ini melakukannya dengan cara yang sedikit berbeda, ya walaupun intinya sama saja. Ini langkah saya dalam mengatur keuangan :
1. Buat daftar semua pengeluaran rutin bulanan seperti tagihan listrik, air, telepon, BPJS, TV kabel, dan lain sebagainya. Sebagian nilainya sama, sebagian memang fluktuatif. Untuk yang fluktuatif ambil nilai tertinggi. Misal listrik biasanya di kisaran 200ribu tapi tidak pernah lebih dari 250ribu maka sebaiknya tulis 250ribu.
2. Hitung kebutuhan harian selama sebulan dengan nilai yang wajar, tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Ini seharusnya tidaklah sulit karena kita sendiri yang tahu gaya hidup kita. Nah makanya nilai ini tergantung gaya hidup masing-masing orang. Sebenarnya nilai pengeluaran ini yang sangat berpotensi untuk ditekan. Misal sukanya makan siang di luar bisa diganti dengan masak sendiri. Lebih murah? Ya gak juga kalau masaknya daging terus hahaha.
3. Terakhir, kurangi pendapatan yang didapat dengan total poin 1 dan 2. Nah, nilai itu yang masuk ke tabungan.
Ya kalau mau dikonversi ke pola presentase sih bisa juga ya. Cuma saya males ngitungnya aja.
Satu tips lagi dari saya, manfaatkanlah tabungan berjangka. Tabungan berjangka itu tabungan dengan setoran rutin per bulan selama jangka waktu tertentu, biasanya autodebet dari tabungan utama. Selama jangka waktu tersebut tabungan tidak bisa diambil. Ini berguna banget kalau kalian punya target/keinginan misalnya kalian mau ganti smartphone 2 tahun lagi. Nah bisa tuh bikin tabungan berjangka selama 24 bulan dengan setoran per bulan misal 200ribu. Jadi setelah cair nanti bakal dapat 4,8juta. Biasanya bunga tabungan berjangka lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.
Terakhir, kata orang biaya hidup itu murah, yang mahal adalah gaya hidup. Setuju?
Nah itu sih sekedar berbagi. Semoga bermanfaat.
Tapi pengelolaan keuangan memang suatu kebutuhan. Salah satu unsur dalam pengelolaan keuangan adalah menabung. Siapa sih yang gak punya cita-cita, pengen ini, pengen itu, pengen ke sini, pengen ke situ. Well, saya sendiri sampai sekarang gak punya kartu kredit. Banyak orang yang bilang,"one day you will need it." Tapi toh orang tua saya gak pernah punya kartu kredit juga baik-baik saja. Ya maaf saya memang memilih jadi ndeso kalau masalah kartu kredit. Jadi sampai sekarang belum kepikiran buat apply CC.
Saya sendiri pernah membaca pola pengaturan keuangan dalam sebuah artikel yang menggunakan pola presentase. Jadi ketika menerima gaji langsung dibagi misal 30% saving, 10% kebutuhan tidak terduga, sisanya untuk kebutuhan harian.
Kalau saya sekarang ini melakukannya dengan cara yang sedikit berbeda, ya walaupun intinya sama saja. Ini langkah saya dalam mengatur keuangan :
1. Buat daftar semua pengeluaran rutin bulanan seperti tagihan listrik, air, telepon, BPJS, TV kabel, dan lain sebagainya. Sebagian nilainya sama, sebagian memang fluktuatif. Untuk yang fluktuatif ambil nilai tertinggi. Misal listrik biasanya di kisaran 200ribu tapi tidak pernah lebih dari 250ribu maka sebaiknya tulis 250ribu.
2. Hitung kebutuhan harian selama sebulan dengan nilai yang wajar, tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Ini seharusnya tidaklah sulit karena kita sendiri yang tahu gaya hidup kita. Nah makanya nilai ini tergantung gaya hidup masing-masing orang. Sebenarnya nilai pengeluaran ini yang sangat berpotensi untuk ditekan. Misal sukanya makan siang di luar bisa diganti dengan masak sendiri. Lebih murah? Ya gak juga kalau masaknya daging terus hahaha.
3. Terakhir, kurangi pendapatan yang didapat dengan total poin 1 dan 2. Nah, nilai itu yang masuk ke tabungan.
Ya kalau mau dikonversi ke pola presentase sih bisa juga ya. Cuma saya males ngitungnya aja.
Satu tips lagi dari saya, manfaatkanlah tabungan berjangka. Tabungan berjangka itu tabungan dengan setoran rutin per bulan selama jangka waktu tertentu, biasanya autodebet dari tabungan utama. Selama jangka waktu tersebut tabungan tidak bisa diambil. Ini berguna banget kalau kalian punya target/keinginan misalnya kalian mau ganti smartphone 2 tahun lagi. Nah bisa tuh bikin tabungan berjangka selama 24 bulan dengan setoran per bulan misal 200ribu. Jadi setelah cair nanti bakal dapat 4,8juta. Biasanya bunga tabungan berjangka lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.
Terakhir, kata orang biaya hidup itu murah, yang mahal adalah gaya hidup. Setuju?
Nah itu sih sekedar berbagi. Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar